Sabtu, 12 Mei 2018

Penerapan BBM yang Tepat Sasaran.

Begitu banyak usaha yang di lakukan oleh pemerintah untuk membuat supaya BBM Bio Solar maupun Premium menjadi BBM yang tepat sasaran di dalam pendistribusiannya, sehingga tidak menambah subsidi terhadap pembelian kedua BBM bersubsidi diatas.
Langkah pemerintah yang mau menerapkan BBM yang tepat sasaran sudah dilakukan di satu - satunya kota di Indonesia yaitu di Kota Batam. Khusus BBM Bio Solar yang dijual ke masyarakat di Kota Batam harus dibeli dengan memakai kartu feul card yang dikeluarkan oleh bank BRI dengan membayar Rp. 25.000 sebagai ongkos ganti kartu atau apa, penulis tidak tahu biaya itu untuk apa, yang diberikan satu Mobil satu, tapi penulis pernah menemukan di satu SPBU di Batam ada satu perusahaan supplier yang menjadi Pelanggan SPBU memegang feul card yang sangat banyak, kira-kira 70 kartu, sedang supplier itu tidak memiliki armada sebanyak itu. Satu feul card hanya dapat membeli BBM solar sehari 30 liter saja. Setelah beberapa tahun dilaksanakan dengan lancar oleh karena di setiap SPBU disiapkan mesin top up feul card itu, tapi baru di tahun 2018 ini semua mesin top up ditarik atau dilarang dipakai lagi. Inilah awal masyarakat Batam mengalami kesulitan meng top up feul card, sehingga aktifitas pengisian terganggu dan mengganggu juga aktifitas keseharian masyarakat Kota Batam.
Menurut Penulis, Penarikan mesin edc top up dari setiap SPBU di Kota Batam merupakan suatu kemunduran kalau mau dikatakan bahwa Kota Batam sebagai Kota percontohan penerapan BBM yang tepat sasaran.
Dalam hal penerapan BBM subsidi tepat sasaran, Penulis memberikan masukan kepada Pemerintah supaya tepat sasaran yaitu sebagai berikut :
1. Untuk kendaraan yang menggunakan BBM subsidi adalah kendaraan angkutan ber plat Nomor berwarna kuning. Kendaraan berplat Nomor hitam tidak layak diijinkan memakai BBM subsidi sebab tidak berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, sedangkan kendaraan plat Nomor kuning merupakan kendaraan resmi pengangkut barang dan jasa.
Untuk industri harus dibedakan juga jenis industrinya, contoh industri makanan tidaklah pantas harus memakai BBM non subsidi, sebab itu akan berpengaruh pada harga makanan.
Untuk transportasi laut juga demikian, tidaklah tepat bila transportasi laut diharuskan memakai BBM non subsidi, sebab negara kita memiliki luas lautan yang lebih banyak dari pada jumlah dataran, dan bila transportasi laut diharuskan memakai BBM non subsidi maka harga barang di pulau yang jauh dari pusat industri makanan dan Pakaian akan mengalami harga yang melambung tinggi. Contoh saja harga minyak goreng di jawa tidak sama dengan minyak goreng di Maluku. Demikian juga harga baju dan elektronik.
Jadi untuk dapat mencapai BBM subsidi yang tepat sasaran sangat perlu dilakukan pemilahan mana yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak dan mana yang tidak dan hanya untuk kaum orang kaya saja.

Pemikiran Arifin Yahya Yang Pintar Dan Bijaksana Tentang Israel Atau Yerusalem.

Saya bangga dengan ahli ilmuan  Islam indonesia ini Arifin yahya, sangat pintar dan bijaksana penjelasannya.

YERUSALEM MENURUT PANDANGAN SEORANG ILMUAN ISLAM DARI INDONESIA

Sbnrnya selama ini kita muslim Indonesia salah kaprah tentang konflik Palestine - Israel , yang selama ini sebagian Ummat Islam Indonesia melihat sebagai Perang Agama..

Dilihat dari arti kata Filistin saja kita semua sudah tau..

Dalam bahasa Ibrani arti kata "Filistine" adalah Bangsa dari seberang laut.
Org Filistin berasal dari sekitar kepulauan Kreta, Yunani.
Agama asli Filistin menyembah Dewa2.

Filistin pertama kali mendarat di pantai Gaza lalu makin lama makin banyak dan akhirnya konfrontasi dg nabi Daud , dan akhirnya Nabi Daud yg menang dan mendirikan kerajaan Israel dg luas kira2 sperti skrg. Krn itu sampai skrg bendera Israel bersimbol Bintang Daud.
Filistin dulu berbeda dg Palestine masa skrg yg mayoritas suku Arab muslim & Arab Nashrani , Bukan asli org2 Filistin lagi.
Bahkan pemimpin Palestina yg terkenal, Yasser Arafat  berasal dari Arab Mesir, bukan kelahiran Palestina yang istrinya jg Wanita Arab Nashrani.

Sebaiknya kita belajar sejarah yg benar & jujur supaya paham akar masalahnya utk jdi lebih bijak dan tdk mudah terprovokasi oleh kepentingan Kekuasaan primordial Arabisme.

Pelajari ttg Daud adalah Nabi besar ummat Syalom Israel Yahudi dan ummat Syalom Nashrani juga ummat Islam Arab yang membunuh Goliath Filistin lalu mendirikan kerajaan Israel.

Pelajari ttg apa dan dimana letak Bait Suci umat Israel Yahudi.
Pelajari ttg dimana Nabi besar umat Syalom Nashrani lahir, hidup dan mati. Tentang kapan Nabi Muhammad lahir & wafat , Tentang kapan pasukan khalifah Umar pertama kali masuk dan mengambil alih Yerusalem lalu mendirikan masjid Omar , kemudian mendirikan masjid Aqsa di atas puing2 Bait Suci.

Kalau kita sudah paham sejarah dgn benar , nanti kita akan sadar kenapa Ummat Nashrani & Bangsa yahudi Eropa/Amerika tetap mempertahankan Israel yg berdiri di sana. Kita pikir wilayah kerajaan Israel Yahudi Nabi Daud dan tanah kelahiran Nabi Isa / Yesus dan situs2 bersejarah Israel Yahudi dan Syalom Nashrani bisa dipindah ?
j
Dulu pusat ke Nashranian terpaksa pindah ke Byzantium krn tanah Israel dikuasai Bangsa Arab.

Lalu ke Nashranian Byzantium pun dihancurkan oleh Al Fatih , Krn itu orang2 Syalom Nashrani pindah ke Vatican supaya dekat dan dilindungi Roma , dan kemudian seluruh kerajaan Syalom Nashrani bersatu dibawah kepemimpinan Inggris utk mengambil alih tanah suci Yerusalem kembali dan dinamakan Perang Salib , dan sepertinya mereka berhasil merebut kembali.

Masing2 agama sudah punya ritual tanah suci nya sendiri2 , jadi jangan saling ganggu..
Bukankah tujuan beragama itu utk menciptakan kedamaian ? Bukan utk saling menguasai tanah suci org lain dan memusnahkan agama lain, demi obsesi Pemahaman menjadi agama satu2nya di muka bumi yang paling benar ? ☺

Pd saat nabi Muhammad Isra Miraj sebenarnya di Yerusalem belum ada masjid  adanya Bait Sucinya org Yahudi.

Nabi Muhamad menganggap Bait Suci adalah masjid / Bait Aqsa (terjauh) sbg kiblat pertama krn Bait Suci pd saat itu adalah pusat ibadah , kemudian Nabi memindahkan kiblat Arab muslim ke Mekkah supaya Arab muslim tidak bertikai berebut kiblat dg ummat BangsaYahudi & gol Syalom Nashrani .
Nabi Muhammad tak pernah berusaha mengambil alih Yerusalem sampai wafat th 632 Masehi.

Khalifah Umar pd saat pertama kedatangannya di Yerusalem melakukan shalat di tanah kosong di seberang gereja dgn izin dan ketulusan Ummat Nashrani , lalu di tempat Umar shalat dibangun masjid "Omar".

Itu bukti bahwa masjid Al Aqsa belum ada saat pertama kali Umar datang ke Yerusalem. Kalau sudah ada masjid pasti Umar shalat di Al Aqsa, bukan di lapangan. Setelah mendirikan masjid Omar lalu berapa thn kemudian masjid Al Aqhsa dibangun di atas puing2 reruntuhan Bait0 Suci.

Alqsha selesai dibangun th 705 M , Jadi masjid Al Aqsha didirikan kira2 72 tahun setelah nabi Muhamad wafat.

Jadi inilah yg menjadi sebab Perang Salib dan kisruh sampai sekarang , karena Bangsa Arab muslim ingin menguasai Yerusslem dan menghapus Israel.
Bangsa Israel Yahudi dan ummat Syalom Nashrani tidak rela kehilangan tanah sucinya utk dikuasai Bangsa Arab islam.

Mereka maunya ya tanah suci Syalom Yahudi & Syalom Nashrani dipegang oleh Bangsa Yahudi & ummat Syalom Nashrani juga. Lucu dan Aneh kan kalau Tanah suci umat A tapi yg berkuasa disitu umat B.
Bangsa Arab Islam juga pasti tdk mau juga kalau Mekkah & Kabah dikuasai Bangsa Yahudi ?
Begitu kira2...

Org Amerika/Eropa Nashrani percaya kpd kitab mereka yg menyebut bahwa Israel adalah tanah suci pemberian Tuhan dan Tuhan akan melindungi sampai kiamat.

Sedangkan Bangsa Arab Islam seolah memaksakan kehendak bahwa Yerusalem itu milik Bangsa Arab Islam. Padahal kan jelas yg duluan hidup dan ibadah disitu bangsa Israel Yahudi dan Nashrani.

Bangsa Arab Islam yg datang 700 th setelah wafatnya Nabi Isa /Jesus tiba2 ingin menguasai Yerusalem 😁, Padahal semasa nabi Muhammad hidup pun, tidak pernah bawa pasukan perang utk menyerang Israel.

Nabi Muhammad juga tdk pernah memerintahkan merampas Yerusalem krn beliau sdh punya 2 tanah suci & kiblat sendiri (Mekah & Madinah). Di dalam Quran pun tak ada satupun ayat yg menyebut harus menguasai Yerusalem. Jadi yg ngaco itu adlh masa pemimpin Arab islam setelah nabi Muhammad wafat, yg ingin menguasai tanah suci Agama lain.

Usaha Arabisasi di Israel tidak berhasil & akhirnya Bangsa Arab islam radikal yang menempatkan KEBANGSAAN nya diatas dari Nilai2 dan Sendi2 Agama itu sendiri Menjadi dongkol sampai skrg , lalu bikin teror tak berkesudahan.
Kalau Arab islam yg mengikuti nabi Muhammad pasti tak kan bernafsu merampas Israel/Yerusalem krn nabi mengajarkan "Bagiku agamaku, bagimu agamamu"...

Jangan saling ganggu , dan dalam internal Islam dapat dimaknai jg sbg "Islam ku adlh Kepercayaan / Agama ku , Islam mu adlh Kepercayaan / Agama mu". Kesimpulan nya 1001 Jalan menuju ke Keselamatan.

Intinya tiap agama udah punya tanah suci dan kiblat sendiri. Yerusalem itu udah jdi kiblat org Yahudi & Nashrani sebelum nabi Muhamad lahir, jdi sungguh tidak jujur kalau Bangsa Arab ( Islam & Nashrani ) ingin menguasai dan merebutnya. Arab islam kan sudah punya Mekkah , dan Bangsa Yahudi pun tidak pernah melarang Ummat Islam Arab dan Syalom Nashrani Arab utk hidup dan beribadah bersama dgn Ummat Yahudi di Yerusalem.

Selama nabi Muhamad hidup pun tdk pernah ganggu Yerusalem. Di Al Quran pun tak ada 1 surat pun yg memerintahkan mengambil alih Yerusalem.

Sedangkan di kitab Yahudi & Nashrani berkali2 disebut bahwa Yerusalem & tanah Israel adalah tanah yg diberikan Allah utk mereka , jadi jangan ganggu kiblat agama lain supaya kehidupan damai , hanya karena ingin berkuasa atas dasar Kebangsaan yang memakai issue2 Agama..

Sementara 90% property ajaran yg ada dlm Al Quran itu juga bersumber dari Bangsa Israel Yahudi / Ibrani dgn Nabi2 nya.

Kalau Muslim sejati yg ikuti nabi Muhamad tidak ingin mengambil alih Hak Yerusalem , ya kita ikuti.

Jangan Kolonialisme atas teritory yang didasari Semangat pride Kebangsaan , dibungkus seolah olah Perjuangan Agama ..
Yg terjadi umat Kristen sedunia melawan dan terjadilah Perang Salib.

Banyak org mati gara2 nafsu ingin menguasai tanah suci org lain. Akhirnya tanpa sadar kita jdi jauh dari Substansi tujuan agama itu sendiri yg ingin menciptakan kedamaian.

Utk membuktikan Islam itu damai maka hentikanlah usaha ingin merebut tanah suci dan kiblat agama Yahudi & Nashrani, seperti dulu nabi Muhamad tak pernah melakukannya.
Bagimu agamamu, bagiku agamaku ,Tak sepantasnya saling ganggu.

Yg serakah itu khalifah setelah Nabi wafat yg ingin memaksa menguasai tanah suci Nashrani & Yahudi di Jerusalem , karena sudah tidak ada lagi yang mengawasi Kelakuan dan Nafsu dari Bangsa yg asal nya Jahiliyah tsb.

Selama ribuan tahun kita semua ummat Islam sudah salah kaprah ttg urusan Jerusalem , kita Bangsa Indonesia di Cekoki Doktrin bhw Palestina adlh Perjuangan Ummat Islam , padahal sesungguhnya adlh Perjuangan Bangsa Arab utk menguasai Palestina .
Kita Ummat Islam Indonesia juga malu jika tujuan perangnya utk merampas tanah suci org lain.

Nabi pun selama hidupnya tak pernah mengajarkan & memerintahkan merebut Jerusalem dan Israel. Tak ada 1 surat pun di Quran yg menyebut ummat Muhammad / Islam harus mengambil alih Israel & Jerusalem. Itulah kenapa selama ribuan tahun kita tdk benar2 kekal berhasil menguasai Jerusalem krn memang tdk ada perintah dari Allah dan nabi Muhamad waktu itu dan Nabi muhammad pun tidak melakukan.

Jadi banyak dari kita yg tdk sadar bahwa selama ribuan tahun kita di Cekokin oleh Bangsa Arab yg berhaluan extreem Kebangsaan menuntut sesuatu yg bukan hak nya dgn issue Agama..
Apakah Palestina akan menjadi Iraq atau Suriah atau Yaman , jika di pimpin oleh Bangsa arab ? dimana situs2 sejarah islam pun Hancur beserta Situs2 dunia yg ada di Iraq Suriah dan Yaman..dan bisa juga akan terjadi di Bumi Leluhur NKRI.. (Arifin Yahya)

Selasa, 29 Maret 2016

SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA BASOM
PROGRAM S2 (M.Pd.K)

MATA KULIAH
THEOLOGI PENDIDIKAN KRISTEN
MAKALAH
KEDUDUKAN DAN PENGARUH SISWA DALAM SUATU SEKOLAH       











Oleh : ALFRIETS DENNY OROH, S.Th

Januari  2016





DAFTAR ISI

I.                   PENDAHULUAN      ……………………………………………………….    1
II.                KEBERADAAN SISWA DI SEKOLAH    ………………………………...   1
A.    HAK DAN KEWAJIBAN SISWA DI SEKOLAH   …………………...   1
B.     KEWAJIBAN SISWA DI RUMAH    ………………………………….    4
III.             SISWA DIPANDANGAN SECARA FILOSOFIS THEOLOGIS  ………..   4
A.    SISWA ADALAH SUBYEK DI SEKOLAH   ………………………...    5
B.     SISWA ADALAH OBYEK DALAM PEMBELAJARAN  …………...   6
IV.             KESIMPULAN, PERAN DAN FUNGSI SISWA DALAM SEKOLAH …   7











I.                   PENDAHULUAN
Berangkat dari keadaan hidup sehari-hari tentang suatu lembaga pendidikan atau yang lebih sering dikenal dengan istilah sekolah, maka sangat perlu untuk dibahas menjadi suatu topik yang lebih banyak membicarakan tentang siswa atau murid. Murid atau siswa dalam suatu lembaga pendidikan memberikan warna dan arti yang sangat dalam untuk sebuah sekolah. Pada umumnya sebuah sekolah disebut berhasil dan bermutu apabila banyak murid atau siswanya, dan lagi suatu sekolah tidak mungkin dapat berjalan dalam proses belajar mengajarnya apabila tidak ada murid atau siswa di dalam sekolah itu. Dengan dan melalui siswa atau murid yang ada di sebuah sekolah sangat menggambarkan tentang sekolah itu sendiri, artinya sekolah dapat disebut maju dan berkembang apabila mempunyai murid atau siswa yang banyak.
Tidak hanya itu saja, bonafitsitas suatu sekolah juga tidak dapat terlepas dari jumlah murid yang bersekolah di sekolah itu. Untuk itu dalam kesempatan ini sangat baik apabila dibahas tentang kedudukan dan pengaruh siswa dalam suatu sekolah.

II.                KEBERADAAN SISWA DI SEKOLAH
Adalah suatu pemandangan yang umum apabila diperhatikan di satu sekolah terdapat siswa siswi didalamnya. Apabila di suatu sekolah tidak ada murid didalamnya maka sekolah itu dapat dikatakan bukan sebagai sekolah yang sesungguhnya. Siswa adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu komponen pendidikan, siswa dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan sosial, pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis. (https:// id.wikipedia.org /wiki/ Peserta_didik) Tidak hanya pendekatan sosial, psikologis dan edukatif saja, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya yaitu pendekatan spiritual/rohani harus diberikan juga kepada siswa siswi atau peserta didik. Untuk itu sangat perlu dibahas dua hal penting yaitu.

A.       HAK DAN KEWAJIBAN SISWA DI SEKOLAH
 Ketika seorang anak bersekolah dan menjadi seorang murid di suatu sekolah, dia sudah ada dalam suatu ikatan yang berlaku dua arah yaitu murid mempunyai hak di sekolah dimana dia belajar dan juga kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang murid di dalam setiap kegiatannya di sekolah. Adapun yang menjadi hak seorang murid adalah :
   Hak akan diperoleh setelah kewajiban dipenuhi. Hak siswa atau siswi di sekolah antara lain sebagai berikut :
1.         Mendapatkan pendidikan dan pengajaran semaksimal mungkin.
2.        Menggunakan fasilitas pembelajaran sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh murid.
3.        Mendapatkan penghargaan berupa piagam penghargaan atas prestasi yang dicapai guna mendorong murid untuk semakin berprestasi maupun mempertahankan prestasi yang sudah didapatnya pada waktu lalu.
4.        Mendapatkan porsi pengembangan sesuai potensi yang dimiliki demi terewujudnya explorasi diri murid secara pribadi maupun kelompok.
5.        Memperoleh bimbingan dan konsultasi secara optimal dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya dalam rangka mengembangkan kepribadian murid itu sendiri.
6.        Mendapatkan perlindungan selama berada di lingkungan sekolah pada jam belajar dan penugasan supaya murid merasa aman dan nyaman.
7.        Mendapatkan laporan dan umpan balik hasil proses pendidikan yang diikutinya berupa buku rapor yang selalu terdapat penilaian-penilaian terhadap murid.

Murid atau siswa tidak hanya menuntut dan memperhatikan hak-haknya tapi juga harus memperhatikan dan melakukan segala kewajiban murid di sekolah. Adapun yang menjadi kewajiban murid adalah
1.         Mengikuti seluruh kegiatan sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2.        Meninggalkan lingkungan sekolah segera setelah kegiatan yang diikutinya berakhir.
3.        Mewujudkan dan memelihara ketertiban, keamanan, keindahan, kekeluargaan dan kerindangan
4.        Hadir di sekolah sebelum bel sekolah dibunyikan.
5.        Memberi keterangan izin/sakit/berhalangan yang sah (dari orang tua/wali/dokter/polisi) pada saat tidak masuk sekolah.
6.        Siswa wajib mengikuti Upacara Bendera dan apel.
7.        Siswa wajib memelihara seluruh fasilitas yang ada di lingkungan sekolah.
8.        Menyiapkan, menggunakan dan memelihara seluruh peralatan dan perlengkapan belajar mengajar.
9.        Mematuhi berbagai ketentuan khusus yang mengatur pengunaan fasilitas di lingkungan sekolah.
10.     Siswa wajib menggunakan pakaian sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
11.      Rambut harus rapi, tidak dicat dan tidak mengganggu belajar (untuk siswa putra tidak melebihi kerah kemeja, alis mata dan telinga)
12.     Siswa wajib membawa alat -alat belajar (buku paket, buku catatan, buku tugas, dan alat- alat tulis) 
13.     Siswa tidak diperkenankan meninggalkan kelas tanpa seizin guru kelas atau guru piket.
14.     Siswa tidak boleh membawa barang-barang yang tidak berhubungan dengan pelajaran ke sekolah.
15.     Siswa wajib mengikuti ulangan yang diadakan sekolah.

B.       KEWAJIBAN SISWA DI RUMAH
Kewajiban seorang murid di sekolah harus juga dibarengi dengan kewajibannya yang harus ada di rumah. Mengapa seorang murid tidak ada dan tidak dapat menuntut haknya di rumah? Karena pada hakekatnya tuntutan hak seorang murid hanya berlaku di sekolah sebagai tempat dimana dia menimba ilmu dan menerima pengetahuan dari seorang guru, dan bukan di rumah. Pada umumnya kewajiban seorang murid di rumah sangat mengarah kepada sikap praktis dan hal itu harus menjadi suatu gaya hidup untuk masa depannya. Ada beberapa kewajiban seorang murid di rumah antara lain
1.         Menata kembali tempat tidur sehabis bangun tidur,terutama di pagi hari. 
2.         Beribadah melakukan kewajiban kepada Tuhan dengan ibu dan ayah saya serta saudara-saudaranya. 
3.         Membantu ayah dan ibu di rumah dengan tulus ikhlas. Contohnya antara lain : menyapu halaman rumah. 
4.         Belajar, yaitu mengulangi pelajaran yang sudah diterima di sekolah supaya bisa menghafalnya.

III.             SISWA DIPANDANGAN SECARA FILOSOFIS THEOLOGIS
Secara theologis sangat jelas disebutkan bahwa seorang murid atau siswa pada mulanya ada adalah untuk suatu maksud dan tujuan yaitu memuji dan memuliakan Tuhan (1 Taw 25:8). Dalam satu tulisan di https://afidburhanuddin.wordpress.com/ afit mengemukakan tentang hakekat seorang murid dalam aliran perenialisme merupakan mahkluk yang di bimbing oleh prinsip-prinsip pertama, kebenaran-kebenaran abadi, pikiran mengangkat dunia biologis. Hakikat pendidikan upaya proses transformasi pengetahuan dan nilai pada subyek didik. Mencakup totalitas aspek kemanusiaan , kesadaran, dan sikap dan tindakan kritis, terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya, yang berarti bahwa murid mempunyai kebutuhan yang harus diisi oleh prinsip yang benar dan kebenaran abadi serta pengetahuan yang sifatnya umum untuk dapat mencapai tujuan kepribadian manusia yang menyeluruh secara seimbang melalui latihan jiwa, intelek, diri manusia yang rasianaol, perasaan dan indera, karena itu pendidikan harus mencakup pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya.
Di samping siswa memahami literatur, Idealisme menganggap perlu terbentuknya manusia yang baik. Untuk itu siswa tidak hanya didorong untuk mengembangkan skill dan akal pikiran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan yg secara naluri sudah ada. Bagi idealist maka nilai-nilai mencerminkan kebaikan yang terkandung pada alam semesta. Nilai-nilai ini bersifat absolut, universal dan tidak berubah. Tindakan etis muncul dari warisan budaya. Pendidik mengajarkan kepada murid-muridnya akan nilai- nilai unggul dari mahakarya manusia yang bertahan dari masa ke masa.
Karena itu, pendidikan selayaknya dibangun dalam konsep manusia sebagai homo potens yaitu manusia yang sejak lahir membawa potensi dan bakat dalam dirinya. Pendidikan harus bersifat membela kebutuhan dan pembangunan kemandirian manusia, membangun keberpihakan kepada jati diri manusia. Model pendidikan ini, manusia dipandang sebagai subjek yang otonom sehingga pendidikan harus berpusat pada peserta didik dan bukan pada pendidik.
Jadi sangat jelas bahwa manusia yang pada dasarnya adalah murid atau siswa bukanlah kertas putih yang dituliskan melainkan dengan keberdosaan manusia dapat diterangkan bahwa murid itu seperti kertas kotor berdebu oleh dosa dan dibersihkan dengan kebenaran dan pengetahuan yang disebut kontra tabula rasa.

A.      SISWA ADALAH SUBYEK DI SEKOLAH  
Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud untuk membantu peserta didik (sebagai manusia utuh) untuk mengembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Pemahaman pendidik terhadap hakikat manusia akan membentuk peta tentang karakteristik manusia yang akan rnenjadi landasan dan acuan baginya dalam bersikap, menyusuh strategi, metode dan teknik, serta memilih pendekatan dan orientasi dalam merancang dan melaksanakan komunikasi transaksional di dalam interaksi edukatif'.
Keunikan manusia terletak dalam fakta bahwa manusia memberikan makna- makna simbolik bagi tindakan-tindakan mereka. Manusia menciptakan rangkaian gagasan dan cita-cita yang rinci dan menggunakan konstruk mental ini dalam mengarahkan pola perilaku mereka. Berbagai karakteristik pola perilaku yang berbeda- beda dalam masyarakat yang berbeda dilihat sebagai hasil serangkaian gagasan dan cita- cita yang berbeda pula. Paham idealisme memandang bahwa cita-cita (yang bersifat luhur) adalah sasaran yang harus dikejar dalam tindakan manusia. Manusia menggunakan akalnya untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari baik untuk dirinya dan masyarakat.

B.                 SISWA ADALAH OBYEK DALAM PEMBELAJARAN
Dalam proses pembelajaran sangat jelas kepada siapa pembelajaran itu diberikan dan pembelajaran itu berupa pengajaran. Di satu sisi, mandat pengajaran Kristen menanggung suatu tujuan. Mereka yang belajar tentang Tuhan harus memberikan respons positif kepada-Nya. Hampir selalu, ketika tujuan pengajaran Kristen diangkat, "kedewasaan" muncul. Asumsi kita terhadap kata kunci ini cenderung terlalu umum, dan asumsi semacam itu menimbulkan kebingungan.
Alkitab setidaknya menggunakan tiga kata yang berbeda sebagai tujuan pengajaran dan alat ukur kedewasaan. Kedewasaan harus terlihat dalam relasi, moralitas, dan teologi. 1 Timotius, Ibrani, dan Efesus menyatakan tanda-tanda kedewasaan ini dengan jelas. Banyak pasal lain yang setema dengan pasal-pasal itu. Namun, kejelasan pengungkapan dari pasal-pasal ini membuat pasal-pasal ini menjadi rangkuman yang ideal.
1 Timotius 1:5: "Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas." Untuk tujuan-tujuan kita, inti pokok dari ayat ini benar-benar jelas dan hampir tidak mengherankan. Tujuan Paulus dalam pengajarannya adalah untuk menghasilkan KASIH dalam hidup para murid. Jika kasih itu belum ada, tujuan perintah itu belum tercapai. Ayat yang sederhana ini mengikat sejumlah besar ayat dalam Perjanjian Baru. Perhatikan bagaimana pasal-pasal berikut ini menitikberatkan kasih

IV.             KESIMPULAN
PERAN DAN FUNGSI SISWA DALAM SEKOLAH
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, sangat jelas dan tegas diutarakan bahwa seorang siswa atau murid tidak dapat dilepaskan dan berdiri sendiri diluar sekolah. Sekolah mempunyai keterikatan yang sangat kuat kepada seorang murid. Lalu apa yang menjadi peran dan fungsi siswa dalam sekolah.
Peran siswa di sekolah adalah memberikan warna dan pengaruh yang sangat besar di dalam sekolah baik itu secara positif maupun negatif. Mengapa demikian oleh karena apabila siswa tidak melakukan dengan baik dan benar atas semua yang sudah diajarkan oleh guru disekolah maka jelas tidak akan terlihat peranan yang berarti dari murid itu, tapi bisa jadi malah merusak keadaan yang sudah baik di sekolah itu.
Adapun fungsi murid disekolah adalah memberikan kelengkapan yang pasti untuk sebuah intitusi yang disebut sekolah. Murid sangat berpengaruh untuk suatu sekolah dalam proses belajar mengajar.
Jadi peran dan fungsi siswa mendorong tercapainya dunia pendidikan yang sejalan dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri.



REFLEKSI MISIOLOGI KONTENPORER

REFLEKSI MISIOLOGI KONTENPORER

Tidak ada Misi yang telah direncanakan, ditetapkan dan dikerjakan Allah di dalam kekekalan merupaka Misi yang biasa-biasa atau bahkan merupakan Misi yang terjadi dadakan setelah terjadi suatu keadaan yang di luar kehendak Tuhan dan Tuhan merubahnya sebagai rencana B. Jadi memang benar bahwa Misi sebagai rancangan dan karya Allah sejak kekekalan. Hubungan yang sangat jelas dan tegas antara opera ad intera dengan opera ad extra adalah hubungan yang sangat solid dan pasti yang pada intinya bahwa opera ad extra yang terjadi di dalam waktu merupakan bagian-bagian peristiwa terkecil dari rancangan yang sudah ditetapkan di dalam kekekalan yang terjadi di dalam waktu yang disebut opera ad intera. Sudah semakin banyak orang yang pada saat ini sering tidak dapat terima bahwa Allah sudah merancangkan kehidupannya di dalam kekekalan, terutama untuk orang yang kehidupannya selalu ada dalam kesulitan atau kesengsaraan atau pergumulan.
Peranan Allah Tritunggal dalam Misi merupakan karya yang menunjukkan Kemahakuasaan dan Kehebatan Allah di dalam setiap perbuatan Nya untuk manusia dan seluruh isi dunia, terutama yang percaya kepada Nya. Yang menjadi karya Allah Tritunggal di dalam misi dapat dilihat di dalam dan melalui kedaulatan |Nya, pemilihan Nya dan Ketritunggalan Nya sebagai yang mewujudkan semua tindakan dan perbuatan Nya di dalam kekekalan dan merealisasikannya di dalam waktu. Kedaulatan Tuhan menjadi penentu bahwa Misi masih tetap adalah rencana dan rancangan Nya yang dirancang di dalam kekekalan untuk mencapai segala kehendak Nya yang juga sejak kekekalan. Demikian juga pemilihan Allah merupakan aksi Tuhan atas setiap ciptaan Nya yang sudah ada sejak kekekalan untuk suatu maksud supaya diri Allah yang mulia dilihat dan disaksikan oleh setiap ciptaan Nya. Adapun sesuatu tidak mungkin dapat terewujud apabila tidak ada yang mewujudkan itu, dan Allah yang wujudkan apa yang sudah dirancang dan direncanakan Nya di dalam kekekalan.
Yesus Kristus adalah pusat segala sesuatu, sebab apabila pada sesuatu tidak berpusat kepada Yesus maka semua tidak ada artinya sama sekali. Begitu juga dengan Misi, tidak bisa disebut Misi apabila pusatnya bukan kepada Yesus Kristus. Pengalaman dalam dunia berkata bahwa segala sesuatu yang dilakukan di dunia lebih menonjolkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri dan tidak melihat ada pihak lain yang lebih berperan dan mengendalikan kehidupan yang ada sekarang. Orang yang tidak kenal Tuhan Yesus sekalipun akan merasa percuma dan sia-sia saja bila dia sudah memiliki segala sesuatu tapi kehilangan nyawa dan tidak memiliki hidup yang kekal. Pada jaman sekarang pun sudah mulai ada indikasi bahwa keberadaan gereja terjadi dan berlangsung dianggap oleh karena kemampuan seseorang untuk melakukan terobosan-terobosan yang sebenarnya dalam hal ini peranan Tuhan adalah kunci berdirinya suatu gereja. Misi tanpa Yesus Kristus akan membuat Misi itu menjadi melenceng dari apa yang sudah digariskan Allah di dalam kekekalan akan Misi itu sendiri.
Allah kita adalah Allah yang luar biasa menghargai manusia sebagai ciptaan Nya, dengan melibatkan manusia pilihan Nya di dalam Misi. Dengan manusia pilihan Nya dilibatkan di dalam Misi itu berarti manusia yang dipilih Nya bukan hanya sebagai obyek Misi itu sendiri melainkan manusia pilihannya juga ditempatkan sebagai subyek Misi yang dikerjakan Allah.

Pada masa sekarang Misi sering dilihat dengan sebelah mata, tapi sebenarnya Misi yang Tuhan kerja bersifat sangat pasti dan sangat efektif, tidak bisa ditahan oleh manusia siapapun, sehingga nyatalah bahwa Misi itu semata-mata bersumber dari Allah oleh Allah dan untuk Allah sendiri. Soli Deo Gloria.
Adalah suatu keadaan yang tidak baik dan berprinsip apabila suatu rencana dan rancangan dibuat tanpa ada suatu tujuan. Untuk itu adalah luar biasa dan sangat dahsyat bila Allah di dalam kekekalan telah merancangkan dan merencanakan segala sesuatu dengan memiliki tujuan. Dan tujuan Misi yang Tuhan sudah rancang dan rencanakan mempunyai kekuatan yang sangat fundamental yang akan menentukan kemana dasar Misi itu ditempatkan untuk menjadi fondasi di dalam bermisi, sebab Misi Allah merupakan ketetapan yang pasti untuk bermisi. Adapun tujuan misi yang sangat fundamen itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
   Bersekutu dengan Allah merupakan tujuan utama di dalam Misi Allah dan bersekutu dengan Allah itu bukan tidak mempunyai dasar, melainkan sangat berdasar oleh karena Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar dan rupa Nya supaya melalui bersekutu dengan Allah manusia sebagai target Misi Allah kembali mengalami persekutuan yang sangat dalam bersama Tuhan. Kecendrungan yang muncul saat ini tidaklah demikian, justru gereja melakukan misi bukan supaya manusia semakin bersekutu dengan Allah tetapi melakukan misi dengan motif-motif pribadi untuk kepentingan pribadi diatas segala kepentingan Tuhan dalam bermisi. Bersekutu dengan Tuhan menggambarkan bahwa betapa besar perhatian Allah kepada manusia sehingga Tuhan menempatkan bersekutu dengan Nya sebagai tujuan dari misi kepada manusia. Persekutuan dengan Allah ini juga didasarkan pada standar yang dari Tuhan yaitu standar kesucian dan kebenaran Nya. 
Tidak ada persekutuan yang terjadi tanpa ada rasa saling menikmati, demikianlah halnya tujuan misi adalah menghimpun umat untuk menikmati Allah. Misi Allah menempatkan bagaimana umat menikmati Tuhan, bukan Tuhan yang menikmati manusia. Menikmati Tuhan sebagai tujuan misi menjadi step selanjutnya dalam misi Allah yang tidak bisa dibatasi oleh apapun. Baik bersekutu dan menikmati Allah mempunyai makna formal statis yang muncul dari segala tindakan dan perbuatan Tuhan, artinya bahwa tujuan itu tidak dapat digantikan atau berubah dari fersinya yang semula yaitu tujuan misi yang dari Allah. Tidak demikian apa yang terjadi dalam gereja jaman ini, bahwa gereja lebih suka membuat umat bukan menikmati Tuhan dalam misinya, tetapi membuat umat menikmati segala bentuk wejangan manusia belaka yang disajikan dengan segala bentuk manupulasi dari manusia.
Ekspresi yang akan muncul setelah bersekutu dan menikmati Allah sebagai tujuan misi Allah adalah menghimpun umat untuk memuliakan Allah. Adalah suatu kesalahan apabila tujuan misi yang dikerjakan Allah melalui manusia tidak untuk memuliakan Allah, tetapi mengarah dan terfokus pada pemuliaan manusia.
Tidak lengkap tujuan misi Allah apabila tidak diakhiri dengan menghimpun umat yang terwakilkan dari semua etnis sebagai tujuan misi yang Allah kerjakan. Keterwakilan semua etnis merupakan tujuan Allah untuk maksud dan tujuan kedatangan Nya yang kedua kali.
Dari empat tujuan Misi yang luar biasa ini,  jelas harus dicapai yaitu bahwa keempat tujuan misi ini harus terealisasi dan terwujud di dalam dan melalui gereja Tuhan pada masa sekarang ini, dengan melakukan pembinaan yang terstruktur dan terarah sehingga gereja atau umat Allah semakin tertanam dan bertumbuh di dalam misi Allah.
Manifestasi dan implementasi misi dapat dilihat di dalam beberapa hal penting yang menurut saya sangat meneguhkan dan menguatkan iman. Manifestasi dan implementasi itu ada dalam beberapa karya Allah yang sangat penting untuk diketahui.
1.    Sejak kekekalan, Tuhan senantiasa memberikan penyataan tentang karya Nya yang dikerjakan misi Allah didalam penciptaan dan janji keselamatan yang sudah dilakukannya pada waktu penciptaan dunia sampai manusia berbuat dosa dihadapan Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam, melainkan Dia membuat tindakan-tindakan dahsyat dengan memberikan janji keselamatan di dalam Yesus Kristus.
2.    Ketika didalam penciptaan dan janji keselamatan Allah menyatakan menifestasi dan implementasi misi, demikianlah juga dalam penggenapan janji keselamatan, Tuhan juga melakukan kehendakNya dalam misi dengan dan melalui manifestasi dan implementasi. Pada saat Tuhan berjanji pada saat yang sama Allah juga langsung mengenapi apa yang sudah dijanjikanNya sejak kekekalan. Kembali dalam penggenapan janji keselamatan Allah menunjuk pada diri Yesus yang tidak terbantahkan. Realisasi janji keselamatan yang berpusat pada Yesus, sebagai perwujudan dari kasih, kebenaran dan keadilan Allah, yang secara progresif digambarkan atau ditipologikan dalam PL yang berpuncak pada inkarnasi dan karya penebusan Yesus.
3.  Manifestasi dan implementasi dalam penyempurnaan janji keselamatan sekali lagi sangat ditentukan oleh perbuatan Allah di dalam Yesus Kristus dengan tidak hanya berjanji dan  menggenapi, dan sampai menuju pada penyempurnaan janji keselamatan itu yang terjadi di dalam dan melalui
a.    Pengutusan gereja ke dalam dunia mencakup ke dalam dunia seluas dan sekelompok ini gereja diutus, gereja harus hadir dan berkarya bagi kemuliaan Allah dalam dunia ini, bukan dalam kungkungan tembok dari gedung gereja.
b.      Sudah sangat jelas bahwa gereja hadir untuk memuliakan Allah untuk mempertegas tentang cara memuliakan Allah dalam memancarkan karakter dan kehendak Allah dalam segenap aspek hidup dan pelayanan gereja sebagai mitra kerja atau sebagai agen dari rencana penyempurnaan keselamatan kekal Allah dalam dunia, dan dengan memahami cara kerja gereja sebagaimana yang diharapkan dalam doa Bapa kami.
c.  Penyertaan Allah tidak dapat disangkali selalu terjadi di dalam segala abad dan sejarah sehingga tanpa karya penyertaan Allah Tritunggal, gereja tidak mungkin dapat menjadi alat penggenapan dan penyempurnaan janji keselamatan Allah yang kekal secara efektif.
d. Pengutusan gereja bagi penyempurnaan keselamatan sangat memperjelas progesifitas perbuatan Allah bagi setiap ciptaan Nya yang sangat jelas terwujud di dalam Yesus.
Penyempurnaan rencana keselamatan Allah yang kekal melalui penyempurnaan pengutusan gereja, akan terjadi dalam lima tahapan berganda yakni genapnya jumlah etnis yang diselamatkan, kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, langit dan bumi baru serta kesempurnaan persekutuan kekal.
Dari bagian materi manifestasi dan implementasi misi, saya melihat bahwa manifestasi yang saya artikan sebagai perwujudan dan memendaratkan misi yang hanya dapat terjadi dipenciptaan sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, tetap tidak dapat lepas dari semua perbuatan Tuhan. Jadi, Allah bekerja dengan sangat jelas dan pasti untuk mewujudkan apa yang sudah dijanjikan Nya dari kekekalan sampai kepada kekekalan bukan karena manusia tetapi karena diri Nya sendiri. 
Pada saat dasar dan tujuan misi sudah dirumuskan maka dengan sangat luar biasa dan sangat jelas dapat terlihat karakter yang sebenarnya dari misi itu sendiri. Memang benar bahwa misi harus selalu koheren sebab misi bagaikan permainan parsel yang harus disusun dan digabung sehingga semakin terlihat jelas gambar apa yang ada pada pasel tersebut. Misi Allah yang sudah ada sejak kekekalan merupakan suatu aksi dari tempat Maha Tingga untuk ciptaan Nya sudah seharusnya dihukum dan dibinasakan, tetapi oleh kasih dan keadilan Allah yang sudah sejak kekekalan terwujud dan diimplementasikan dalam waktu memperlihatkan suatu keindahan karakter misi itu sendiri yang selalu konsisten yang berarti tidak pernah inkar dalam janji Nya dan tidak pernah berdusta untuk semua yang sudah dirancangkan dan direncanakan Nya. Begitu juga dengan komperhensifan yang adalah karakter misi itu, menunjukkan betapa meratanya Tuhan dalam mewujudnyatakan akan segala yang sudah dirancang dan direncanakan dan semuanya itu dibuat Allah di dalam kekekalan yang berpusat kepada Yesus Kristus sejak kekekalan yang tidak bisa diubah, digantikan, dan dipisahkan dari kehadiran Yesus Kristus di dalam segala aspek misi itu sendiri.
Keutuhan misi yang dari kekal hingga kekal juga merupakan karakter misi yang dikerjakan dalam kekekalan yang dimanifestasikan dan diimplimentasikan oleh Allah Tritunggal dalam konteks waktu menuju kesempurnaannya tidak dapat dipungkiri dapat mengalami pembiasan bahkan hilang.
Misi sebagai karya Allah Tritunggal juga dapat hilang, tetapi karakter misi sebagai karya dapat bertahan mana kala tetap pada blue print misi itu sendiri dan blue print Allah atas alam semesta. Sebagai karya Allah Tritunggal, misi merupakan ujung tombak dari segala rencana dan rancangan Allah atas alam semesta dan terlebih lagi terhadap manusia sebagai target misi itu.
Berbicara tentang Yesus Kristus yang adalah pusat misi, sangat terlihat dari kekekalan misi yang nyata masuk dalam keterbatasan waktu yang juga nyata memberikan pengaruh yang sangat prinsip untuk keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Misi menjadikan gereja sebagai alat tunggal Nya menempatkan gereja yang tidak kelihatan dan gereja yang kelihatan benar-benar harus selalu berperan aktif dalam melakukan dan melaksanakan seluruh kehendak dan karya Allah sebagai satu-satunya materi kehidupan yang pasti dan  berdampak sampai kepada kekekalan yang dikerjakan Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan.
Sangat jelas bahwa misi harus pasti dan efektif, sebab apabila misi yang dari Allah dan dirancang serta direncanakan Allah tidak dalam kepastian dan keefektifan maka misi itu tidak dapat bersifat kekal dan itu berarti sudah gagal lah semua rancangan dan rencana Allah dalam misi terhadap alam semesta ini.
Adalah karakter misi yang ada dalam keutuhan apabila misi itu memiliki tujuan yang jelas, bahkan melalui misi yang mempunyai tujuan yang jelas memberikan dampak yang terus menerus dalam kehidupan di dunia ini.
Misi orthodoxy sangat harus menjadi gaya hidup di dalam bermisi dan menjalankan misi supaya benar-benar menjadi orthopraxy bagi kehidupan orang percaya dan dunia secara umum. Bagaimana misi dapat hidup dengan benar apabila tidak mempunyai pemahaman dan pengertian yang tepat dan benar tentang misi Allah untuk dunia ini.

RUMUSAN THEOLOGIA PENDIDIKAN KRISTEN BERDASARKAN 5 PILAR THEOLOGIA

RUMUSAN THEOLOGIA PENDIDIKAN KRISTEN BERDASARKAN 5 PILAR THEOLOGIA

I.             SOLA SCRIPTURA
Keberadaan Alkitab mempunyai kekuatan dan pengaruh yang sangat besar di dalam membangun dan membentuk Theologia pendidikan yang benar sehingga pendidikan itu searah dan sejalan dengan Alkitab, atau dengan kata lain Biblikal. Alkitab adalah harga mati untuk dapat menemukan arah Theologia pendidikan yang Biblikal. Hanya oleh Firman Tuhan segala bentuk aturan dan ketetapan dalam pendidikan Kristen akan mengarah kepada aturan dan ketetapan yang Theologis. Alkitab adalah acuan dan tolok ukur untuk menemukan dan menerapkan segala aspek di dalam pendidikan Kristen.
II.           SOLA GRATIA
Proklamasi “hanya karena anugerah” bukan hanya suatu pernyataan biasa semata, melainkan mempunyai arti, makna dan kekuatan yang sangat besar oleh karena dalam menjalankan dan beroperasinya suatu pendidikan Kristen tidak bisa lepas dari segala perkenanan Tuhan Yesus sehingga sikap melangkah dalam menjalankan pendidikan Kristen selalu dibawa dalam sikap yang mengandalkan Tuhan yang sudah bekerja di dalam setiap pribadi demi pribadi baik dari pengurus yayasan, kepala sekolah, dewan guru bahkan sampai kepada murid dan orang tua murid. Hanya karena anugerah Allah semata bahwa setiap step di dalam pengembangan pendidikan Kristen yang Theologis bisa dapat tercapai. Jangan pernah berkata bahwa pendidikan Kristen dapat berjalan atau dijalankan dengan baik dan berhasil tanpa melihat anugerah Tuhan yang dilimpahkan dengan besarnya di dalam setiap bagian-bagian di dalam pendidikan Kristen. Theologia pendidikan Kristen harus selalu mengacu kepada “hanya karena anugerah”.
III.        SOLA FIDE
Di dalam setiap tindakan yang besar sangat memerlukan iman yang besar juga dan iman ini adalah iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Hanya karena iman, maka setiap perencanaan dan tindakan yang diambil oleh pihak yayasan untuk membangun suatu lembaga pendidikan Kristen harus benar-benar berdasarkan iman, baik dari segi isi kurikulum sekolah maupun setiap kebijakan-kebijakan serta aturan-aturan yang akan diterapkan harus benar-benar sesuai dengan iman kepada Tuhan. Melangkah hanya karena iman juga merupakan kekuatan dan semangat yang tiada tandingannya sehingga segala bentuk tantangan dan pergumulan dengan mudahnya akan dapat dilalui. “hanya karena Iman” merupakan muatan Theologia pendidikan Kristen tidak boleh dikesampingakan atau hanya dipandang sebelah mata.
IV.        SOLA KRISTO
Pribadi yang sangat penting dan berpengaruh di dalam pendidikan Kristen adalah Yesus Kristus atau Kristo. “hanya karena Kristus” begitu dahsyat pentingnya di dalam pembahasan tentang Theologia pendidikan Kristen, oleh karena segala bagian disetiap aspek dalam pendidikan Kristen tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Kristus yang sudah melakukan pengubahan dahsyat di dalam setiap kehidupan pelaku-pelaku pendidikan itu sendiri. Dalam setiap langkah dan tindakan yang diambil oleh para pemangku pendidikan Kristen harus melihat dan bertindak sesuai dengan apa yang sudah dinyatakan oleh Alkitab atau dengan kata lain harus melihat dan bertindak secara Biblikal.
V.           SOLI DEO GLORIA
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan, itulah yang harus menjadi moto dan tujuan di dalam membangun dunia pendidikan Kristen yang Theologis. Banyak moto yang dicetuskan dalam satu sekolah, tetapi moto yang satu ini jarang sekali diangkat kepermukaan untuk diketahui oleh semua orang, bahwa moto yang ada hanya bersifat humanis semata. Demikian halnya dengan tujuan pendidikan Kristen itu sendiri tidak boleh melepaskan diri dari tujuan semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan semata. Jangan-jangan malah lebih enak mengungkapkan segala bentuk keberhasilan yang sudah dicapai adalah mengangkat diri seseorang, atau sudah bukan lagi Soli Deo Gloria tapi justru menjadi soli ego gloria. Sangat miris kalau sampai ada pendidikan Kristen mempunyai tujuan Soli Deo Gloria tapi ternyata menjadi soli ego gloria.

RUMUSAN SISTEM BERPIKIR THEOLOGIA SEBAGAI LANDASAN  PENDIDIKAN KRISTEN

1.        TOTAL DEPRAVITY (INABILITY)
Menyadari siapa pelaku-pelaku pandidikan, yang ternyata adalah semua adalah orang berdosa, maka sangatlah penting harus diketahui bahwa tidak semua rencana dan rancangan yang sudah dibuat dalam suatu dunia pendidikan semua sempurna adanya, tidak. Oleh karena didunia ini tidak ada yang sempurna selain Dia Yesus Kristus yang turun ke dunia yang adalah sempurna, jadi kesadaran harap maklum dan sikap mau instropeksi diri sengatlah penting dilakukan oleh setiap pemangku pendidikan Kristen.
2.        UNCONDITIONAL ELECTION
Jangan pernah berpikir bahwa setiap pelaku pendidikan dapat menyelenggarakan pendidikan karena dipilih sesuai dengan suatu kondisi yang baik, tetapi pada kenyataannya tidak baik. Jadi jangan pernah bermegah dan membagakan diri sendiri sehingga dapat terjerumus pada sikap dan cara berpikir yang sombong.
3.        LIMITED ATONEMENT
Apabila Theologi pendidikan Kristen dipakaikan kata penebusan terbatas maka sangat jelas pendidikan Kristen itu harus mempunyai warna terhadapat setiap bagian pengelolaan pendidikan yaitu warna bahwa stelholder harus menjalankan penerapan dari penebusan terbatas itu sampai kepada hal-hal yang terperinci yang ada dalam pendidikan Kristen yang Theologis.
4.        IRRESISTIBLE GRACE
Berpikir tentang Kasih Karunia Allah dalam pendidikan Kristen akan membuat pendidikan Kristen itu mengalami transformasi yang dahsyat sehingga akan membawa pendidikan Kristen itu sangat berdampak kepada semua orang, sehingga pendidikan Kristen selalu mendapat tempat di hati setiap orang dan membuat pendidikan Kristen semakin diminati oleh orang banyak. Apabila mau dijabarkan lebih luar lagi tentang Kasih Karunia Allah dalam pendidikan Kristen, maka hanya satu yang dapat diangkat kepermukaan yaitu mengenai penerimaan siswa baru atau tentang pembayaran biaya pendidikan. Kasih Karunia Allah harus dihidupi dalam dunia pendidikan Kristen, tidak hanya digaungkan tetapi sangat harus diimplementasikan.
5.        PERSEVERANCE OF THE SAINTS
Pada bagian ini sangat jelas bahwa system berpikir tentang ketekunan orang-orang menunjukkan tentang suatu keadaan berpikir yang paling akhir untuk dicermati dan dilakukan yaitu ketekunan. Tanpa ketekunan pendidikan Kristen tidak akan mengalami suatu keadaan yang berarti melainkan sangat gampang terjerumus kepada keputusasahan setiap pelaku pendidikan Kristen yang adalah orang yang sudah mengalami pengudusan Tuhan dan dapat disebut sebagai orang kudus.


Kamis, 04 Februari 2016

Akibat dan Dampak Dari Komersialisasi Pendidikan Masa Kini

Akibat atau Dampak Dari Komersialisasi Pendidikan Masa Kini
                                                                                                                       
            Setiap rakyat dari seluruh bangsa Indonesia pastinya menginginkan bangsa Indonesia maju. Namun sayangnya pendidikan di bangsa Indonesia pada umumnya banyak yang dipengaruhi oleh komersialisasi pendidikan.
Kenyataan menunjukkan bahwa kondisi pendidikan di Indonesia saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Berbagai masalah masih sering terjadi, mulai dari sarana yang tidak memadai, membengkaknya anak putus sekolah, kurikulum yang selalu berubah, ketidakprofesionalan para pendidik, sampai kepribadian peserta didik yang kurang terpuji. Namun hal yang paling menambah buramnya pendidikan di negara ini adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat miskin.
            Akibat dari komersialisasi pendidikan sebuah fenomena yang dapat diketahui yaitu dengan semakin tingginya biaya untuk mengikuti pendidikan baik dipendidikan tingkat rendah sampai kperguruan tinggi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak sekali perguruan tinggi yang mematok harga tinggi/harga yang mahal agar dapat menjadi bagian dari perguruan tinggi.
            Diskriminasi pendidikan inilah yang membuat sebuah bangsa akan lambat dalam mencapai tujuannya dan susah untuk berkembang dengan baik. Ketika ditinjau secara historis maka diskriminasi pendidikan ini pernah terjadi dan diterapkan oleh Belanda di Indonesia. Yaitu jaman penjajahan belanda dahulu. Dengan tidak sembarang orang yang dapat menyenyam/menikmati, mengalami pendidikan, karena hanya mereka yang dari kaum darah biru, bangsawan pejabat yang bisa masuk dalam pendidikan. dan hanya sedikit dari kalangan kaum menengah kebawah yang bisa masuk kependidikan pada zaman belanda.

             Di zaman postmo ini hal itu mulai dapat dirasakan/terjadi lagi, namun hanya bentuknya berbeda dan fenomenanya terjadi secara tanpa disadari. Sebagian buktinya sekarang banyak di unversitas/ perguruan tinggi tertentu hanya diisi/dihuni dari golongan atas atau notabenenya mampu mengeluarkan cost yang besar selama dikuliah atau mereka yang berasal dari golongan menengah kebawah hanya mengharapkan beasiswa/bantuan untuk membayar biaya pendidikannya. Namun untuk mendapatkkanya banyak syarat yang harus dipenuhi. Hal inilah yang menjadi bukti konkret dari diskriminasi pendidikan akibat komersialisasi dan liberalism pendidikan. 

Komersialisasi pendidikan jaman sekarang ini merupakan salah satu wajah pendidikan jaman sekarang ini, terutama dalam dunia pendidikan Kristen.