RUMUSAN THEOLOGIA PENDIDIKAN KRISTEN BERDASARKAN 5 PILAR THEOLOGIA
I. SOLA
SCRIPTURA
Keberadaan Alkitab mempunyai
kekuatan dan pengaruh yang sangat besar di dalam membangun dan membentuk
Theologia pendidikan yang benar sehingga pendidikan itu searah dan sejalan
dengan Alkitab, atau dengan kata lain Biblikal. Alkitab adalah harga mati untuk
dapat menemukan arah Theologia pendidikan yang Biblikal. Hanya oleh Firman
Tuhan segala bentuk aturan dan ketetapan dalam pendidikan Kristen akan mengarah
kepada aturan dan ketetapan yang Theologis. Alkitab adalah acuan dan tolok ukur
untuk menemukan dan menerapkan segala aspek di dalam pendidikan Kristen.
II.
SOLA
GRATIA
Proklamasi “hanya karena
anugerah” bukan hanya suatu pernyataan biasa semata, melainkan mempunyai arti, makna
dan kekuatan yang sangat besar oleh karena dalam menjalankan dan beroperasinya
suatu pendidikan Kristen tidak bisa lepas dari segala perkenanan Tuhan Yesus
sehingga sikap melangkah dalam menjalankan pendidikan Kristen selalu dibawa
dalam sikap yang mengandalkan Tuhan yang sudah bekerja di dalam setiap pribadi
demi pribadi baik dari pengurus yayasan, kepala sekolah, dewan guru bahkan
sampai kepada murid dan orang tua murid. Hanya karena anugerah Allah semata bahwa
setiap step di dalam pengembangan pendidikan Kristen yang Theologis bisa dapat
tercapai. Jangan pernah berkata bahwa pendidikan Kristen dapat berjalan atau
dijalankan dengan baik dan berhasil tanpa melihat anugerah Tuhan yang
dilimpahkan dengan besarnya di dalam setiap bagian-bagian di dalam pendidikan
Kristen. Theologia pendidikan Kristen harus selalu mengacu kepada “hanya karena
anugerah”.
III.
SOLA
FIDE
Di dalam setiap tindakan yang besar
sangat memerlukan iman yang besar juga dan iman ini adalah iman kepada Tuhan
Yesus Kristus. Hanya karena iman, maka setiap perencanaan dan tindakan yang
diambil oleh pihak yayasan untuk membangun suatu lembaga pendidikan Kristen
harus benar-benar berdasarkan iman, baik dari segi isi kurikulum sekolah maupun
setiap kebijakan-kebijakan serta aturan-aturan yang akan diterapkan harus
benar-benar sesuai dengan iman kepada Tuhan. Melangkah hanya karena iman juga
merupakan kekuatan dan semangat yang tiada tandingannya sehingga segala bentuk
tantangan dan pergumulan dengan mudahnya akan dapat dilalui. “hanya karena
Iman” merupakan muatan Theologia pendidikan Kristen tidak boleh dikesampingakan
atau hanya dipandang sebelah mata.
IV.
SOLA
KRISTO
Pribadi yang sangat penting dan
berpengaruh di dalam pendidikan Kristen adalah Yesus Kristus atau Kristo.
“hanya karena Kristus” begitu dahsyat pentingnya di dalam pembahasan tentang
Theologia pendidikan Kristen, oleh karena segala bagian disetiap aspek dalam
pendidikan Kristen tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Kristus yang sudah
melakukan pengubahan dahsyat di dalam setiap kehidupan pelaku-pelaku pendidikan
itu sendiri. Dalam setiap langkah dan tindakan yang diambil oleh para pemangku
pendidikan Kristen harus melihat dan bertindak sesuai dengan apa yang sudah
dinyatakan oleh Alkitab atau dengan kata lain harus melihat dan bertindak secara
Biblikal.
V.
SOLI
DEO GLORIA
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan,
itulah yang harus menjadi moto dan tujuan di dalam membangun dunia pendidikan
Kristen yang Theologis. Banyak moto yang dicetuskan dalam satu sekolah, tetapi
moto yang satu ini jarang sekali diangkat kepermukaan untuk diketahui oleh
semua orang, bahwa moto yang ada hanya bersifat humanis semata. Demikian halnya
dengan tujuan pendidikan Kristen itu sendiri tidak boleh melepaskan diri dari
tujuan semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan semata. Jangan-jangan malah lebih
enak mengungkapkan segala bentuk keberhasilan yang sudah dicapai adalah
mengangkat diri seseorang, atau sudah bukan lagi Soli Deo Gloria tapi justru
menjadi soli ego gloria. Sangat miris kalau sampai ada pendidikan Kristen
mempunyai tujuan Soli Deo Gloria tapi ternyata menjadi soli ego gloria.
RUMUSAN SISTEM
BERPIKIR THEOLOGIA SEBAGAI LANDASAN
PENDIDIKAN KRISTEN
1.
TOTAL
DEPRAVITY (INABILITY)
Menyadari siapa pelaku-pelaku
pandidikan, yang ternyata adalah semua adalah orang berdosa, maka sangatlah
penting harus diketahui bahwa tidak semua rencana dan rancangan yang sudah
dibuat dalam suatu dunia pendidikan semua sempurna adanya, tidak. Oleh karena
didunia ini tidak ada yang sempurna selain Dia Yesus Kristus yang turun ke
dunia yang adalah sempurna, jadi kesadaran harap maklum dan sikap mau
instropeksi diri sengatlah penting dilakukan oleh setiap pemangku pendidikan
Kristen.
2.
UNCONDITIONAL
ELECTION
Jangan pernah berpikir bahwa
setiap pelaku pendidikan dapat menyelenggarakan pendidikan karena dipilih
sesuai dengan suatu kondisi yang baik, tetapi pada kenyataannya tidak baik.
Jadi jangan pernah bermegah dan membagakan diri sendiri sehingga dapat
terjerumus pada sikap dan cara berpikir yang sombong.
3.
LIMITED
ATONEMENT
Apabila Theologi pendidikan
Kristen dipakaikan kata penebusan terbatas maka sangat jelas pendidikan Kristen
itu harus mempunyai warna terhadapat setiap bagian pengelolaan pendidikan yaitu
warna bahwa stelholder harus menjalankan penerapan dari penebusan terbatas itu
sampai kepada hal-hal yang terperinci yang ada dalam pendidikan Kristen yang
Theologis.
4.
IRRESISTIBLE
GRACE
Berpikir tentang Kasih Karunia
Allah dalam pendidikan Kristen akan membuat pendidikan Kristen itu mengalami
transformasi yang dahsyat sehingga akan membawa pendidikan Kristen itu sangat
berdampak kepada semua orang, sehingga pendidikan Kristen selalu mendapat
tempat di hati setiap orang dan membuat pendidikan Kristen semakin diminati
oleh orang banyak. Apabila mau dijabarkan lebih luar lagi tentang Kasih Karunia
Allah dalam pendidikan Kristen, maka hanya satu yang dapat diangkat kepermukaan
yaitu mengenai penerimaan siswa baru atau tentang pembayaran biaya pendidikan.
Kasih Karunia Allah harus dihidupi dalam dunia pendidikan Kristen, tidak hanya
digaungkan tetapi sangat harus diimplementasikan.
5.
PERSEVERANCE
OF THE SAINTS
Pada
bagian ini sangat jelas bahwa system berpikir tentang ketekunan orang-orang
menunjukkan tentang suatu keadaan berpikir yang paling akhir untuk dicermati
dan dilakukan yaitu ketekunan. Tanpa ketekunan pendidikan Kristen tidak akan
mengalami suatu keadaan yang berarti melainkan sangat gampang terjerumus kepada
keputusasahan setiap pelaku pendidikan Kristen yang adalah orang yang sudah
mengalami pengudusan Tuhan dan dapat disebut sebagai orang kudus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar