Selasa, 29 Maret 2016

RUMUSAN THEOLOGIA PENDIDIKAN KRISTEN BERDASARKAN 5 PILAR THEOLOGIA

RUMUSAN THEOLOGIA PENDIDIKAN KRISTEN BERDASARKAN 5 PILAR THEOLOGIA

I.             SOLA SCRIPTURA
Keberadaan Alkitab mempunyai kekuatan dan pengaruh yang sangat besar di dalam membangun dan membentuk Theologia pendidikan yang benar sehingga pendidikan itu searah dan sejalan dengan Alkitab, atau dengan kata lain Biblikal. Alkitab adalah harga mati untuk dapat menemukan arah Theologia pendidikan yang Biblikal. Hanya oleh Firman Tuhan segala bentuk aturan dan ketetapan dalam pendidikan Kristen akan mengarah kepada aturan dan ketetapan yang Theologis. Alkitab adalah acuan dan tolok ukur untuk menemukan dan menerapkan segala aspek di dalam pendidikan Kristen.
II.           SOLA GRATIA
Proklamasi “hanya karena anugerah” bukan hanya suatu pernyataan biasa semata, melainkan mempunyai arti, makna dan kekuatan yang sangat besar oleh karena dalam menjalankan dan beroperasinya suatu pendidikan Kristen tidak bisa lepas dari segala perkenanan Tuhan Yesus sehingga sikap melangkah dalam menjalankan pendidikan Kristen selalu dibawa dalam sikap yang mengandalkan Tuhan yang sudah bekerja di dalam setiap pribadi demi pribadi baik dari pengurus yayasan, kepala sekolah, dewan guru bahkan sampai kepada murid dan orang tua murid. Hanya karena anugerah Allah semata bahwa setiap step di dalam pengembangan pendidikan Kristen yang Theologis bisa dapat tercapai. Jangan pernah berkata bahwa pendidikan Kristen dapat berjalan atau dijalankan dengan baik dan berhasil tanpa melihat anugerah Tuhan yang dilimpahkan dengan besarnya di dalam setiap bagian-bagian di dalam pendidikan Kristen. Theologia pendidikan Kristen harus selalu mengacu kepada “hanya karena anugerah”.
III.        SOLA FIDE
Di dalam setiap tindakan yang besar sangat memerlukan iman yang besar juga dan iman ini adalah iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Hanya karena iman, maka setiap perencanaan dan tindakan yang diambil oleh pihak yayasan untuk membangun suatu lembaga pendidikan Kristen harus benar-benar berdasarkan iman, baik dari segi isi kurikulum sekolah maupun setiap kebijakan-kebijakan serta aturan-aturan yang akan diterapkan harus benar-benar sesuai dengan iman kepada Tuhan. Melangkah hanya karena iman juga merupakan kekuatan dan semangat yang tiada tandingannya sehingga segala bentuk tantangan dan pergumulan dengan mudahnya akan dapat dilalui. “hanya karena Iman” merupakan muatan Theologia pendidikan Kristen tidak boleh dikesampingakan atau hanya dipandang sebelah mata.
IV.        SOLA KRISTO
Pribadi yang sangat penting dan berpengaruh di dalam pendidikan Kristen adalah Yesus Kristus atau Kristo. “hanya karena Kristus” begitu dahsyat pentingnya di dalam pembahasan tentang Theologia pendidikan Kristen, oleh karena segala bagian disetiap aspek dalam pendidikan Kristen tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Kristus yang sudah melakukan pengubahan dahsyat di dalam setiap kehidupan pelaku-pelaku pendidikan itu sendiri. Dalam setiap langkah dan tindakan yang diambil oleh para pemangku pendidikan Kristen harus melihat dan bertindak sesuai dengan apa yang sudah dinyatakan oleh Alkitab atau dengan kata lain harus melihat dan bertindak secara Biblikal.
V.           SOLI DEO GLORIA
Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan, itulah yang harus menjadi moto dan tujuan di dalam membangun dunia pendidikan Kristen yang Theologis. Banyak moto yang dicetuskan dalam satu sekolah, tetapi moto yang satu ini jarang sekali diangkat kepermukaan untuk diketahui oleh semua orang, bahwa moto yang ada hanya bersifat humanis semata. Demikian halnya dengan tujuan pendidikan Kristen itu sendiri tidak boleh melepaskan diri dari tujuan semuanya hanya untuk kemuliaan Tuhan semata. Jangan-jangan malah lebih enak mengungkapkan segala bentuk keberhasilan yang sudah dicapai adalah mengangkat diri seseorang, atau sudah bukan lagi Soli Deo Gloria tapi justru menjadi soli ego gloria. Sangat miris kalau sampai ada pendidikan Kristen mempunyai tujuan Soli Deo Gloria tapi ternyata menjadi soli ego gloria.

RUMUSAN SISTEM BERPIKIR THEOLOGIA SEBAGAI LANDASAN  PENDIDIKAN KRISTEN

1.        TOTAL DEPRAVITY (INABILITY)
Menyadari siapa pelaku-pelaku pandidikan, yang ternyata adalah semua adalah orang berdosa, maka sangatlah penting harus diketahui bahwa tidak semua rencana dan rancangan yang sudah dibuat dalam suatu dunia pendidikan semua sempurna adanya, tidak. Oleh karena didunia ini tidak ada yang sempurna selain Dia Yesus Kristus yang turun ke dunia yang adalah sempurna, jadi kesadaran harap maklum dan sikap mau instropeksi diri sengatlah penting dilakukan oleh setiap pemangku pendidikan Kristen.
2.        UNCONDITIONAL ELECTION
Jangan pernah berpikir bahwa setiap pelaku pendidikan dapat menyelenggarakan pendidikan karena dipilih sesuai dengan suatu kondisi yang baik, tetapi pada kenyataannya tidak baik. Jadi jangan pernah bermegah dan membagakan diri sendiri sehingga dapat terjerumus pada sikap dan cara berpikir yang sombong.
3.        LIMITED ATONEMENT
Apabila Theologi pendidikan Kristen dipakaikan kata penebusan terbatas maka sangat jelas pendidikan Kristen itu harus mempunyai warna terhadapat setiap bagian pengelolaan pendidikan yaitu warna bahwa stelholder harus menjalankan penerapan dari penebusan terbatas itu sampai kepada hal-hal yang terperinci yang ada dalam pendidikan Kristen yang Theologis.
4.        IRRESISTIBLE GRACE
Berpikir tentang Kasih Karunia Allah dalam pendidikan Kristen akan membuat pendidikan Kristen itu mengalami transformasi yang dahsyat sehingga akan membawa pendidikan Kristen itu sangat berdampak kepada semua orang, sehingga pendidikan Kristen selalu mendapat tempat di hati setiap orang dan membuat pendidikan Kristen semakin diminati oleh orang banyak. Apabila mau dijabarkan lebih luar lagi tentang Kasih Karunia Allah dalam pendidikan Kristen, maka hanya satu yang dapat diangkat kepermukaan yaitu mengenai penerimaan siswa baru atau tentang pembayaran biaya pendidikan. Kasih Karunia Allah harus dihidupi dalam dunia pendidikan Kristen, tidak hanya digaungkan tetapi sangat harus diimplementasikan.
5.        PERSEVERANCE OF THE SAINTS
Pada bagian ini sangat jelas bahwa system berpikir tentang ketekunan orang-orang menunjukkan tentang suatu keadaan berpikir yang paling akhir untuk dicermati dan dilakukan yaitu ketekunan. Tanpa ketekunan pendidikan Kristen tidak akan mengalami suatu keadaan yang berarti melainkan sangat gampang terjerumus kepada keputusasahan setiap pelaku pendidikan Kristen yang adalah orang yang sudah mengalami pengudusan Tuhan dan dapat disebut sebagai orang kudus.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar