REFLEKSI MISIOLOGI KONTENPORER
Tidak ada Misi yang telah
direncanakan, ditetapkan dan dikerjakan Allah di dalam kekekalan merupaka Misi
yang biasa-biasa atau bahkan merupakan Misi yang terjadi dadakan setelah
terjadi suatu keadaan yang di luar kehendak Tuhan dan Tuhan merubahnya sebagai
rencana B. Jadi memang benar bahwa Misi sebagai rancangan dan karya Allah sejak
kekekalan. Hubungan yang sangat jelas dan tegas antara opera ad intera dengan
opera ad extra adalah hubungan yang sangat solid dan pasti yang pada intinya
bahwa opera ad extra yang terjadi di dalam waktu merupakan bagian-bagian
peristiwa terkecil dari rancangan yang sudah ditetapkan di dalam kekekalan yang
terjadi di dalam waktu yang disebut opera ad intera. Sudah semakin banyak orang
yang pada saat ini sering tidak dapat terima bahwa Allah sudah merancangkan
kehidupannya di dalam kekekalan, terutama untuk orang yang kehidupannya selalu
ada dalam kesulitan atau kesengsaraan atau pergumulan.
Peranan Allah Tritunggal dalam
Misi merupakan karya yang menunjukkan Kemahakuasaan dan Kehebatan Allah di
dalam setiap perbuatan Nya untuk manusia dan seluruh isi dunia, terutama yang
percaya kepada Nya. Yang menjadi karya Allah Tritunggal di dalam misi dapat
dilihat di dalam dan melalui kedaulatan |Nya, pemilihan Nya dan Ketritunggalan
Nya sebagai yang mewujudkan semua tindakan dan perbuatan Nya di dalam kekekalan
dan merealisasikannya di dalam waktu. Kedaulatan Tuhan menjadi penentu bahwa
Misi masih tetap adalah rencana dan rancangan Nya yang dirancang di dalam
kekekalan untuk mencapai segala kehendak Nya yang juga sejak kekekalan.
Demikian juga pemilihan Allah merupakan aksi Tuhan atas setiap ciptaan Nya yang
sudah ada sejak kekekalan untuk suatu maksud supaya diri Allah yang mulia
dilihat dan disaksikan oleh setiap ciptaan Nya. Adapun sesuatu tidak mungkin
dapat terewujud apabila tidak ada yang mewujudkan itu, dan Allah yang wujudkan
apa yang sudah dirancang dan direncanakan Nya di dalam kekekalan.
Yesus Kristus adalah pusat segala
sesuatu, sebab apabila pada sesuatu tidak berpusat kepada Yesus maka semua
tidak ada artinya sama sekali. Begitu juga dengan Misi, tidak bisa disebut Misi
apabila pusatnya bukan kepada Yesus Kristus. Pengalaman dalam dunia berkata
bahwa segala sesuatu yang dilakukan di dunia lebih menonjolkan kekuatan dan
kemampuan diri sendiri dan tidak melihat ada pihak lain yang lebih berperan dan
mengendalikan kehidupan yang ada sekarang. Orang yang tidak kenal Tuhan Yesus sekalipun
akan merasa percuma dan sia-sia saja bila dia sudah memiliki segala sesuatu
tapi kehilangan nyawa dan tidak memiliki hidup yang kekal. Pada jaman sekarang
pun sudah mulai ada indikasi bahwa keberadaan gereja terjadi dan berlangsung
dianggap oleh karena kemampuan seseorang untuk melakukan terobosan-terobosan
yang sebenarnya dalam hal ini peranan Tuhan adalah kunci berdirinya suatu
gereja. Misi tanpa Yesus Kristus akan membuat Misi itu menjadi melenceng dari
apa yang sudah digariskan Allah di dalam kekekalan akan Misi itu sendiri.
Allah kita adalah Allah yang luar
biasa menghargai manusia sebagai ciptaan Nya, dengan melibatkan manusia pilihan
Nya di dalam Misi. Dengan manusia pilihan Nya dilibatkan di dalam Misi itu
berarti manusia yang dipilih Nya bukan hanya sebagai obyek Misi itu sendiri
melainkan manusia pilihannya juga ditempatkan sebagai subyek Misi yang
dikerjakan Allah.
Pada masa sekarang Misi sering
dilihat dengan sebelah mata, tapi sebenarnya Misi yang Tuhan kerja bersifat sangat
pasti dan sangat efektif, tidak bisa ditahan oleh manusia siapapun, sehingga
nyatalah bahwa Misi itu semata-mata bersumber dari Allah oleh Allah dan untuk
Allah sendiri. Soli Deo Gloria.
Adalah suatu keadaan yang tidak
baik dan berprinsip apabila suatu rencana dan rancangan dibuat tanpa ada suatu
tujuan. Untuk itu adalah luar biasa dan sangat dahsyat bila Allah di dalam
kekekalan telah merancangkan dan merencanakan segala sesuatu dengan memiliki
tujuan. Dan tujuan Misi yang Tuhan sudah rancang dan rencanakan mempunyai
kekuatan yang sangat fundamental yang akan menentukan kemana dasar Misi itu
ditempatkan untuk menjadi fondasi di dalam bermisi, sebab Misi Allah merupakan
ketetapan yang pasti untuk bermisi. Adapun tujuan misi yang sangat fundamen itu
dapat dijelaskan sebagai berikut :
Bersekutu dengan Allah merupakan tujuan utama di
dalam Misi Allah dan bersekutu dengan Allah itu bukan tidak mempunyai dasar,
melainkan sangat berdasar oleh karena Tuhan menciptakan manusia itu menurut
gambar dan rupa Nya supaya melalui bersekutu dengan Allah manusia sebagai
target Misi Allah kembali mengalami persekutuan yang sangat dalam bersama
Tuhan. Kecendrungan yang muncul saat ini tidaklah demikian, justru gereja
melakukan misi bukan supaya manusia semakin bersekutu dengan Allah tetapi
melakukan misi dengan motif-motif pribadi untuk kepentingan pribadi diatas
segala kepentingan Tuhan dalam bermisi. Bersekutu dengan Tuhan menggambarkan
bahwa betapa besar perhatian Allah kepada manusia sehingga Tuhan menempatkan
bersekutu dengan Nya sebagai tujuan dari misi kepada manusia. Persekutuan
dengan Allah ini juga didasarkan pada standar yang dari Tuhan yaitu standar
kesucian dan kebenaran Nya.
Tidak ada persekutuan yang terjadi tanpa ada
rasa saling menikmati, demikianlah halnya tujuan misi adalah menghimpun umat
untuk menikmati Allah. Misi Allah menempatkan bagaimana umat menikmati Tuhan,
bukan Tuhan yang menikmati manusia. Menikmati Tuhan sebagai tujuan misi menjadi
step selanjutnya dalam misi Allah yang tidak bisa dibatasi oleh apapun. Baik
bersekutu dan menikmati Allah mempunyai makna formal statis yang muncul dari
segala tindakan dan perbuatan Tuhan, artinya bahwa tujuan itu tidak dapat
digantikan atau berubah dari fersinya yang semula yaitu tujuan misi yang dari
Allah. Tidak demikian apa yang terjadi dalam gereja jaman ini, bahwa gereja
lebih suka membuat umat bukan menikmati Tuhan dalam misinya, tetapi membuat
umat menikmati segala bentuk wejangan manusia belaka yang disajikan dengan
segala bentuk manupulasi dari manusia.
Ekspresi yang akan muncul setelah bersekutu dan
menikmati Allah sebagai tujuan misi Allah adalah menghimpun umat untuk
memuliakan Allah. Adalah suatu kesalahan apabila tujuan misi yang dikerjakan
Allah melalui manusia tidak untuk memuliakan Allah, tetapi mengarah dan
terfokus pada pemuliaan manusia.
Tidak lengkap tujuan misi Allah apabila tidak
diakhiri dengan menghimpun umat yang terwakilkan dari semua etnis sebagai
tujuan misi yang Allah kerjakan. Keterwakilan semua etnis merupakan tujuan
Allah untuk maksud dan tujuan kedatangan Nya yang kedua kali.
Dari
empat tujuan Misi yang luar biasa ini, jelas harus dicapai yaitu bahwa keempat tujuan
misi ini harus terealisasi dan terwujud di dalam dan melalui gereja Tuhan pada
masa sekarang ini, dengan melakukan pembinaan yang terstruktur dan terarah
sehingga gereja atau umat Allah semakin tertanam dan bertumbuh di dalam misi
Allah.
Manifestasi dan implementasi
misi dapat dilihat di dalam beberapa hal penting yang menurut saya sangat
meneguhkan dan menguatkan iman. Manifestasi dan implementasi itu ada dalam
beberapa karya Allah yang sangat penting untuk diketahui.
1. Sejak kekekalan, Tuhan senantiasa memberikan
penyataan tentang karya Nya yang dikerjakan misi Allah didalam penciptaan dan
janji keselamatan yang sudah dilakukannya pada waktu penciptaan dunia sampai
manusia berbuat dosa dihadapan Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam,
melainkan Dia membuat tindakan-tindakan dahsyat dengan memberikan janji
keselamatan di dalam Yesus Kristus.
2. Ketika didalam penciptaan dan janji keselamatan
Allah menyatakan menifestasi dan implementasi misi, demikianlah juga dalam
penggenapan janji keselamatan, Tuhan juga melakukan kehendakNya dalam misi
dengan dan melalui manifestasi dan implementasi. Pada saat Tuhan berjanji pada
saat yang sama Allah juga langsung mengenapi apa yang sudah dijanjikanNya sejak
kekekalan. Kembali dalam penggenapan janji keselamatan Allah menunjuk pada diri
Yesus yang tidak terbantahkan. Realisasi janji keselamatan yang berpusat pada
Yesus, sebagai perwujudan dari kasih, kebenaran dan keadilan Allah, yang secara
progresif digambarkan atau ditipologikan dalam PL yang berpuncak pada inkarnasi
dan karya penebusan Yesus.
3. Manifestasi dan implementasi dalam penyempurnaan
janji keselamatan sekali lagi sangat ditentukan oleh perbuatan Allah di dalam
Yesus Kristus dengan tidak hanya berjanji dan
menggenapi, dan sampai menuju pada penyempurnaan janji keselamatan itu
yang terjadi di dalam dan melalui
a. Pengutusan gereja ke dalam dunia mencakup ke
dalam dunia seluas dan sekelompok ini gereja diutus, gereja harus hadir dan
berkarya bagi kemuliaan Allah dalam dunia ini, bukan dalam kungkungan tembok
dari gedung gereja.
b.
Sudah sangat jelas bahwa gereja hadir untuk
memuliakan Allah untuk mempertegas tentang cara memuliakan Allah dalam
memancarkan karakter dan kehendak Allah dalam segenap aspek hidup dan pelayanan
gereja sebagai mitra kerja atau sebagai agen dari rencana penyempurnaan
keselamatan kekal Allah dalam dunia, dan dengan memahami cara kerja gereja sebagaimana
yang diharapkan dalam doa Bapa kami.
c. Penyertaan Allah tidak dapat disangkali selalu
terjadi di dalam segala abad dan sejarah sehingga tanpa karya penyertaan Allah
Tritunggal, gereja tidak mungkin dapat menjadi alat penggenapan dan
penyempurnaan janji keselamatan Allah yang kekal secara efektif.
d. Pengutusan gereja bagi penyempurnaan keselamatan
sangat memperjelas progesifitas perbuatan Allah bagi setiap ciptaan Nya yang
sangat jelas terwujud di dalam Yesus.
Penyempurnaan rencana keselamatan Allah yang kekal
melalui penyempurnaan pengutusan gereja, akan terjadi dalam lima tahapan
berganda yakni genapnya jumlah etnis yang diselamatkan, kedatangan Tuhan Yesus
kedua kali, langit dan bumi baru serta kesempurnaan persekutuan kekal.
Dari bagian materi manifestasi
dan implementasi misi, saya melihat bahwa manifestasi yang saya artikan sebagai
perwujudan dan memendaratkan misi yang hanya dapat terjadi dipenciptaan sampai kepada
kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, tetap tidak dapat lepas dari semua perbuatan
Tuhan. Jadi, Allah bekerja dengan sangat jelas dan pasti untuk mewujudkan apa
yang sudah dijanjikan Nya dari kekekalan sampai kepada kekekalan bukan karena
manusia tetapi karena diri Nya sendiri.
Pada saat dasar dan tujuan misi
sudah dirumuskan maka dengan sangat luar biasa dan sangat jelas dapat terlihat karakter
yang sebenarnya dari misi itu sendiri. Memang benar bahwa misi harus selalu
koheren sebab misi bagaikan permainan parsel yang harus disusun dan digabung
sehingga semakin terlihat jelas gambar apa yang ada pada pasel tersebut. Misi
Allah yang sudah ada sejak kekekalan merupakan suatu aksi dari tempat Maha
Tingga untuk ciptaan Nya sudah seharusnya dihukum dan dibinasakan, tetapi oleh
kasih dan keadilan Allah yang sudah sejak kekekalan terwujud dan
diimplementasikan dalam waktu memperlihatkan suatu keindahan karakter misi itu
sendiri yang selalu konsisten yang berarti tidak pernah inkar dalam janji Nya
dan tidak pernah berdusta untuk semua yang sudah dirancangkan dan direncanakan
Nya. Begitu juga dengan komperhensifan yang adalah karakter misi itu, menunjukkan
betapa meratanya Tuhan dalam mewujudnyatakan akan segala yang sudah dirancang
dan direncanakan dan semuanya itu dibuat Allah di dalam kekekalan yang berpusat
kepada Yesus Kristus sejak kekekalan yang tidak bisa diubah, digantikan, dan
dipisahkan dari kehadiran Yesus Kristus di dalam segala aspek misi itu sendiri.
Keutuhan misi yang dari kekal
hingga kekal juga merupakan karakter misi yang dikerjakan dalam kekekalan yang
dimanifestasikan dan diimplimentasikan oleh Allah Tritunggal dalam konteks waktu
menuju kesempurnaannya tidak dapat dipungkiri dapat mengalami pembiasan bahkan
hilang.
Misi sebagai karya Allah
Tritunggal juga dapat hilang, tetapi karakter misi sebagai karya dapat bertahan
mana kala tetap pada blue print misi itu sendiri dan blue print Allah atas alam
semesta. Sebagai karya Allah Tritunggal, misi merupakan ujung tombak dari
segala rencana dan rancangan Allah atas alam semesta dan terlebih lagi terhadap
manusia sebagai target misi itu.
Berbicara tentang Yesus Kristus
yang adalah pusat misi, sangat terlihat dari kekekalan misi yang nyata masuk
dalam keterbatasan waktu yang juga nyata memberikan pengaruh yang sangat
prinsip untuk keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam dan melalui Yesus
Kristus.
Misi menjadikan gereja sebagai
alat tunggal Nya menempatkan gereja yang tidak kelihatan dan gereja yang
kelihatan benar-benar harus selalu berperan aktif dalam melakukan dan
melaksanakan seluruh kehendak dan karya Allah sebagai satu-satunya materi
kehidupan yang pasti dan berdampak
sampai kepada kekekalan yang dikerjakan Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan.
Sangat jelas bahwa misi harus
pasti dan efektif, sebab apabila misi yang dari Allah dan dirancang serta
direncanakan Allah tidak dalam kepastian dan keefektifan maka misi itu tidak
dapat bersifat kekal dan itu berarti sudah gagal lah semua rancangan dan
rencana Allah dalam misi terhadap alam semesta ini.
Adalah karakter misi yang ada
dalam keutuhan apabila misi itu memiliki tujuan yang jelas, bahkan melalui misi
yang mempunyai tujuan yang jelas memberikan dampak yang terus menerus dalam
kehidupan di dunia ini.
Misi orthodoxy sangat harus menjadi
gaya hidup di dalam bermisi dan menjalankan misi supaya benar-benar menjadi
orthopraxy bagi kehidupan orang percaya dan dunia secara umum. Bagaimana misi
dapat hidup dengan benar apabila tidak mempunyai pemahaman dan pengertian yang
tepat dan benar tentang misi Allah untuk dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar