Selasa, 29 Maret 2016

REFLEKSI MISIOLOGI KONTENPORER

REFLEKSI MISIOLOGI KONTENPORER

Tidak ada Misi yang telah direncanakan, ditetapkan dan dikerjakan Allah di dalam kekekalan merupaka Misi yang biasa-biasa atau bahkan merupakan Misi yang terjadi dadakan setelah terjadi suatu keadaan yang di luar kehendak Tuhan dan Tuhan merubahnya sebagai rencana B. Jadi memang benar bahwa Misi sebagai rancangan dan karya Allah sejak kekekalan. Hubungan yang sangat jelas dan tegas antara opera ad intera dengan opera ad extra adalah hubungan yang sangat solid dan pasti yang pada intinya bahwa opera ad extra yang terjadi di dalam waktu merupakan bagian-bagian peristiwa terkecil dari rancangan yang sudah ditetapkan di dalam kekekalan yang terjadi di dalam waktu yang disebut opera ad intera. Sudah semakin banyak orang yang pada saat ini sering tidak dapat terima bahwa Allah sudah merancangkan kehidupannya di dalam kekekalan, terutama untuk orang yang kehidupannya selalu ada dalam kesulitan atau kesengsaraan atau pergumulan.
Peranan Allah Tritunggal dalam Misi merupakan karya yang menunjukkan Kemahakuasaan dan Kehebatan Allah di dalam setiap perbuatan Nya untuk manusia dan seluruh isi dunia, terutama yang percaya kepada Nya. Yang menjadi karya Allah Tritunggal di dalam misi dapat dilihat di dalam dan melalui kedaulatan |Nya, pemilihan Nya dan Ketritunggalan Nya sebagai yang mewujudkan semua tindakan dan perbuatan Nya di dalam kekekalan dan merealisasikannya di dalam waktu. Kedaulatan Tuhan menjadi penentu bahwa Misi masih tetap adalah rencana dan rancangan Nya yang dirancang di dalam kekekalan untuk mencapai segala kehendak Nya yang juga sejak kekekalan. Demikian juga pemilihan Allah merupakan aksi Tuhan atas setiap ciptaan Nya yang sudah ada sejak kekekalan untuk suatu maksud supaya diri Allah yang mulia dilihat dan disaksikan oleh setiap ciptaan Nya. Adapun sesuatu tidak mungkin dapat terewujud apabila tidak ada yang mewujudkan itu, dan Allah yang wujudkan apa yang sudah dirancang dan direncanakan Nya di dalam kekekalan.
Yesus Kristus adalah pusat segala sesuatu, sebab apabila pada sesuatu tidak berpusat kepada Yesus maka semua tidak ada artinya sama sekali. Begitu juga dengan Misi, tidak bisa disebut Misi apabila pusatnya bukan kepada Yesus Kristus. Pengalaman dalam dunia berkata bahwa segala sesuatu yang dilakukan di dunia lebih menonjolkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri dan tidak melihat ada pihak lain yang lebih berperan dan mengendalikan kehidupan yang ada sekarang. Orang yang tidak kenal Tuhan Yesus sekalipun akan merasa percuma dan sia-sia saja bila dia sudah memiliki segala sesuatu tapi kehilangan nyawa dan tidak memiliki hidup yang kekal. Pada jaman sekarang pun sudah mulai ada indikasi bahwa keberadaan gereja terjadi dan berlangsung dianggap oleh karena kemampuan seseorang untuk melakukan terobosan-terobosan yang sebenarnya dalam hal ini peranan Tuhan adalah kunci berdirinya suatu gereja. Misi tanpa Yesus Kristus akan membuat Misi itu menjadi melenceng dari apa yang sudah digariskan Allah di dalam kekekalan akan Misi itu sendiri.
Allah kita adalah Allah yang luar biasa menghargai manusia sebagai ciptaan Nya, dengan melibatkan manusia pilihan Nya di dalam Misi. Dengan manusia pilihan Nya dilibatkan di dalam Misi itu berarti manusia yang dipilih Nya bukan hanya sebagai obyek Misi itu sendiri melainkan manusia pilihannya juga ditempatkan sebagai subyek Misi yang dikerjakan Allah.

Pada masa sekarang Misi sering dilihat dengan sebelah mata, tapi sebenarnya Misi yang Tuhan kerja bersifat sangat pasti dan sangat efektif, tidak bisa ditahan oleh manusia siapapun, sehingga nyatalah bahwa Misi itu semata-mata bersumber dari Allah oleh Allah dan untuk Allah sendiri. Soli Deo Gloria.
Adalah suatu keadaan yang tidak baik dan berprinsip apabila suatu rencana dan rancangan dibuat tanpa ada suatu tujuan. Untuk itu adalah luar biasa dan sangat dahsyat bila Allah di dalam kekekalan telah merancangkan dan merencanakan segala sesuatu dengan memiliki tujuan. Dan tujuan Misi yang Tuhan sudah rancang dan rencanakan mempunyai kekuatan yang sangat fundamental yang akan menentukan kemana dasar Misi itu ditempatkan untuk menjadi fondasi di dalam bermisi, sebab Misi Allah merupakan ketetapan yang pasti untuk bermisi. Adapun tujuan misi yang sangat fundamen itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
   Bersekutu dengan Allah merupakan tujuan utama di dalam Misi Allah dan bersekutu dengan Allah itu bukan tidak mempunyai dasar, melainkan sangat berdasar oleh karena Tuhan menciptakan manusia itu menurut gambar dan rupa Nya supaya melalui bersekutu dengan Allah manusia sebagai target Misi Allah kembali mengalami persekutuan yang sangat dalam bersama Tuhan. Kecendrungan yang muncul saat ini tidaklah demikian, justru gereja melakukan misi bukan supaya manusia semakin bersekutu dengan Allah tetapi melakukan misi dengan motif-motif pribadi untuk kepentingan pribadi diatas segala kepentingan Tuhan dalam bermisi. Bersekutu dengan Tuhan menggambarkan bahwa betapa besar perhatian Allah kepada manusia sehingga Tuhan menempatkan bersekutu dengan Nya sebagai tujuan dari misi kepada manusia. Persekutuan dengan Allah ini juga didasarkan pada standar yang dari Tuhan yaitu standar kesucian dan kebenaran Nya. 
Tidak ada persekutuan yang terjadi tanpa ada rasa saling menikmati, demikianlah halnya tujuan misi adalah menghimpun umat untuk menikmati Allah. Misi Allah menempatkan bagaimana umat menikmati Tuhan, bukan Tuhan yang menikmati manusia. Menikmati Tuhan sebagai tujuan misi menjadi step selanjutnya dalam misi Allah yang tidak bisa dibatasi oleh apapun. Baik bersekutu dan menikmati Allah mempunyai makna formal statis yang muncul dari segala tindakan dan perbuatan Tuhan, artinya bahwa tujuan itu tidak dapat digantikan atau berubah dari fersinya yang semula yaitu tujuan misi yang dari Allah. Tidak demikian apa yang terjadi dalam gereja jaman ini, bahwa gereja lebih suka membuat umat bukan menikmati Tuhan dalam misinya, tetapi membuat umat menikmati segala bentuk wejangan manusia belaka yang disajikan dengan segala bentuk manupulasi dari manusia.
Ekspresi yang akan muncul setelah bersekutu dan menikmati Allah sebagai tujuan misi Allah adalah menghimpun umat untuk memuliakan Allah. Adalah suatu kesalahan apabila tujuan misi yang dikerjakan Allah melalui manusia tidak untuk memuliakan Allah, tetapi mengarah dan terfokus pada pemuliaan manusia.
Tidak lengkap tujuan misi Allah apabila tidak diakhiri dengan menghimpun umat yang terwakilkan dari semua etnis sebagai tujuan misi yang Allah kerjakan. Keterwakilan semua etnis merupakan tujuan Allah untuk maksud dan tujuan kedatangan Nya yang kedua kali.
Dari empat tujuan Misi yang luar biasa ini,  jelas harus dicapai yaitu bahwa keempat tujuan misi ini harus terealisasi dan terwujud di dalam dan melalui gereja Tuhan pada masa sekarang ini, dengan melakukan pembinaan yang terstruktur dan terarah sehingga gereja atau umat Allah semakin tertanam dan bertumbuh di dalam misi Allah.
Manifestasi dan implementasi misi dapat dilihat di dalam beberapa hal penting yang menurut saya sangat meneguhkan dan menguatkan iman. Manifestasi dan implementasi itu ada dalam beberapa karya Allah yang sangat penting untuk diketahui.
1.    Sejak kekekalan, Tuhan senantiasa memberikan penyataan tentang karya Nya yang dikerjakan misi Allah didalam penciptaan dan janji keselamatan yang sudah dilakukannya pada waktu penciptaan dunia sampai manusia berbuat dosa dihadapan Tuhan. Tetapi Tuhan tidak tinggal diam, melainkan Dia membuat tindakan-tindakan dahsyat dengan memberikan janji keselamatan di dalam Yesus Kristus.
2.    Ketika didalam penciptaan dan janji keselamatan Allah menyatakan menifestasi dan implementasi misi, demikianlah juga dalam penggenapan janji keselamatan, Tuhan juga melakukan kehendakNya dalam misi dengan dan melalui manifestasi dan implementasi. Pada saat Tuhan berjanji pada saat yang sama Allah juga langsung mengenapi apa yang sudah dijanjikanNya sejak kekekalan. Kembali dalam penggenapan janji keselamatan Allah menunjuk pada diri Yesus yang tidak terbantahkan. Realisasi janji keselamatan yang berpusat pada Yesus, sebagai perwujudan dari kasih, kebenaran dan keadilan Allah, yang secara progresif digambarkan atau ditipologikan dalam PL yang berpuncak pada inkarnasi dan karya penebusan Yesus.
3.  Manifestasi dan implementasi dalam penyempurnaan janji keselamatan sekali lagi sangat ditentukan oleh perbuatan Allah di dalam Yesus Kristus dengan tidak hanya berjanji dan  menggenapi, dan sampai menuju pada penyempurnaan janji keselamatan itu yang terjadi di dalam dan melalui
a.    Pengutusan gereja ke dalam dunia mencakup ke dalam dunia seluas dan sekelompok ini gereja diutus, gereja harus hadir dan berkarya bagi kemuliaan Allah dalam dunia ini, bukan dalam kungkungan tembok dari gedung gereja.
b.      Sudah sangat jelas bahwa gereja hadir untuk memuliakan Allah untuk mempertegas tentang cara memuliakan Allah dalam memancarkan karakter dan kehendak Allah dalam segenap aspek hidup dan pelayanan gereja sebagai mitra kerja atau sebagai agen dari rencana penyempurnaan keselamatan kekal Allah dalam dunia, dan dengan memahami cara kerja gereja sebagaimana yang diharapkan dalam doa Bapa kami.
c.  Penyertaan Allah tidak dapat disangkali selalu terjadi di dalam segala abad dan sejarah sehingga tanpa karya penyertaan Allah Tritunggal, gereja tidak mungkin dapat menjadi alat penggenapan dan penyempurnaan janji keselamatan Allah yang kekal secara efektif.
d. Pengutusan gereja bagi penyempurnaan keselamatan sangat memperjelas progesifitas perbuatan Allah bagi setiap ciptaan Nya yang sangat jelas terwujud di dalam Yesus.
Penyempurnaan rencana keselamatan Allah yang kekal melalui penyempurnaan pengutusan gereja, akan terjadi dalam lima tahapan berganda yakni genapnya jumlah etnis yang diselamatkan, kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, langit dan bumi baru serta kesempurnaan persekutuan kekal.
Dari bagian materi manifestasi dan implementasi misi, saya melihat bahwa manifestasi yang saya artikan sebagai perwujudan dan memendaratkan misi yang hanya dapat terjadi dipenciptaan sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, tetap tidak dapat lepas dari semua perbuatan Tuhan. Jadi, Allah bekerja dengan sangat jelas dan pasti untuk mewujudkan apa yang sudah dijanjikan Nya dari kekekalan sampai kepada kekekalan bukan karena manusia tetapi karena diri Nya sendiri. 
Pada saat dasar dan tujuan misi sudah dirumuskan maka dengan sangat luar biasa dan sangat jelas dapat terlihat karakter yang sebenarnya dari misi itu sendiri. Memang benar bahwa misi harus selalu koheren sebab misi bagaikan permainan parsel yang harus disusun dan digabung sehingga semakin terlihat jelas gambar apa yang ada pada pasel tersebut. Misi Allah yang sudah ada sejak kekekalan merupakan suatu aksi dari tempat Maha Tingga untuk ciptaan Nya sudah seharusnya dihukum dan dibinasakan, tetapi oleh kasih dan keadilan Allah yang sudah sejak kekekalan terwujud dan diimplementasikan dalam waktu memperlihatkan suatu keindahan karakter misi itu sendiri yang selalu konsisten yang berarti tidak pernah inkar dalam janji Nya dan tidak pernah berdusta untuk semua yang sudah dirancangkan dan direncanakan Nya. Begitu juga dengan komperhensifan yang adalah karakter misi itu, menunjukkan betapa meratanya Tuhan dalam mewujudnyatakan akan segala yang sudah dirancang dan direncanakan dan semuanya itu dibuat Allah di dalam kekekalan yang berpusat kepada Yesus Kristus sejak kekekalan yang tidak bisa diubah, digantikan, dan dipisahkan dari kehadiran Yesus Kristus di dalam segala aspek misi itu sendiri.
Keutuhan misi yang dari kekal hingga kekal juga merupakan karakter misi yang dikerjakan dalam kekekalan yang dimanifestasikan dan diimplimentasikan oleh Allah Tritunggal dalam konteks waktu menuju kesempurnaannya tidak dapat dipungkiri dapat mengalami pembiasan bahkan hilang.
Misi sebagai karya Allah Tritunggal juga dapat hilang, tetapi karakter misi sebagai karya dapat bertahan mana kala tetap pada blue print misi itu sendiri dan blue print Allah atas alam semesta. Sebagai karya Allah Tritunggal, misi merupakan ujung tombak dari segala rencana dan rancangan Allah atas alam semesta dan terlebih lagi terhadap manusia sebagai target misi itu.
Berbicara tentang Yesus Kristus yang adalah pusat misi, sangat terlihat dari kekekalan misi yang nyata masuk dalam keterbatasan waktu yang juga nyata memberikan pengaruh yang sangat prinsip untuk keselamatan yang dikerjakan Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Misi menjadikan gereja sebagai alat tunggal Nya menempatkan gereja yang tidak kelihatan dan gereja yang kelihatan benar-benar harus selalu berperan aktif dalam melakukan dan melaksanakan seluruh kehendak dan karya Allah sebagai satu-satunya materi kehidupan yang pasti dan  berdampak sampai kepada kekekalan yang dikerjakan Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan.
Sangat jelas bahwa misi harus pasti dan efektif, sebab apabila misi yang dari Allah dan dirancang serta direncanakan Allah tidak dalam kepastian dan keefektifan maka misi itu tidak dapat bersifat kekal dan itu berarti sudah gagal lah semua rancangan dan rencana Allah dalam misi terhadap alam semesta ini.
Adalah karakter misi yang ada dalam keutuhan apabila misi itu memiliki tujuan yang jelas, bahkan melalui misi yang mempunyai tujuan yang jelas memberikan dampak yang terus menerus dalam kehidupan di dunia ini.
Misi orthodoxy sangat harus menjadi gaya hidup di dalam bermisi dan menjalankan misi supaya benar-benar menjadi orthopraxy bagi kehidupan orang percaya dan dunia secara umum. Bagaimana misi dapat hidup dengan benar apabila tidak mempunyai pemahaman dan pengertian yang tepat dan benar tentang misi Allah untuk dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar